Gotong Royong Masih Menjadi Identitas Budaya Masyarakat Desa Lapandewa di Era Modern
LAPANDEWA – Buton Selatan, Minggu 11 Oktober 2026
Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, semangat gotong royong masih tetap menjadi identitas budaya masyarakat Desa Lapandewa. Nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan saling membantu terus terpelihara dalam kehidupan sosial masyarakat, salah satunya melalui kegiatan gotong royong pembuatan sabua untuk Pingitan Massal (Kariya’a).
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa modernisasi tidak serta-merta menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Masyarakat tetap menunjukkan kepedulian dan kebersamaan dengan meluangkan waktu, tenaga, serta pikiran untuk menyukseskan pelaksanaan tradisi adat.
Pembuatan sabua Pingitan Massal (Kariya’a) secara bersama-sama bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan juga mencerminkan kuatnya ikatan sosial dan rasa tanggung jawab masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat. Melalui kegiatan tersebut, nilai persatuan, solidaritas, dan kebersamaan terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Gotong royong juga menjadi modal sosial yang penting dalam membangun desa. Ketika masyarakat bersatu dan saling membantu, berbagai pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih ringan, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga.