LAPANDEWA, BUTON SELATAN,_Pesta Adat Galampa Lapandewa adalah pesta adat tahunan masyarakat Lapandewa yang diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus penanda dimulainya musim tanam. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya masyarakat adat Lapandewa yang masih dipelihara hingga kini.
Rangkaian kegiatan ini umumnya meliputi:
- Pibacua, yaitu prosesi pembukaan acara adat yang berkaitan dengan hasil panen musim Timur, biasanya dilaksanakan bulan Juli
- Tauno Ganda, yaitu prosesi puncak acara Adat Galampa Lapandewa, biasanya dilaksanakan akhir bulan Oktober atau Bulan November sesuai dengan hasil Musyawarah Adat bersama masyarakat adat. Dalam kegiatan ini diawali dari kegiatan ritual adat (Picucurangi : dalam bahasa setempat) tempat-tempat yang disakralkan secara turun temurun oleh nenek moyang sejak zaman dahulu. Kemudian dengan dilaksanakannya Acara Pesta Adat Tauno Ganda menjadi pertanda bahwa kegiatan menanam untuk musim barat akan segera dimulai tinggal menunggu komando dari tokoh adat.
- Ma'acia, ritual syukur dan permohonan keberkahan untuk musim tanam yang akan datang.
- Linda-ngibi, pertunjukan nyanyian dan tarian tradisional khas Lapandewa.
- Ponare, tarian adat yang melibatkan masyarakat.
- Manca/Silat, pertunjukan seni bela diri tradisional (pencak silat).
- Badenda, tarian bersama yang dilaksanakan pada malam hari di Galampa (rumah adat atau balai adat).
Secara filosofis, Tauno Ganda memiliki makna:
- Mengucapkan rasa syukur atas hasil panen dan memohon keberhasilan musim tanam berikutnya.
- Mempererat persaudaraan dan gotong royong masyarakat.
- Melestarikan adat istiadat serta Pertunjukan seni dan budaya daerah, seperti tarian dan musik tradisional.
- Menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Tauno Ganda juga dikenal sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Lapandewa karena menampilkan berbagai ritual adat, seni tari, musik tradisional, dan pertunjukan bela diri yang khas masyarakat setempat.